.quickedit{ display:none; }

Minggu, 10 April 2011

Peran Pemuda dalam Memakmurkan Masjid

Oleh : Muhammad Syarif

Masjid sebagai simbo kekuatan bagi masyarakat Aceh. Selam berabad-abad lamanya masjid telah dipakai tidak hanya sebagi tempat shalat saja bahkan telah dipakai sebagai tempat musyarakat, diskusi keagamaan dan sebagai tempat pengembangan pendidikan.
Masjid Baiturrahman misalnya sebagi masjid agung yang terdapat di pusat kota Banda Aceh bukan hanya sebagai tempat shalat semata, akan tetapi juga di gunakan sebagai tempat pendidikan, dakwah, kajian keislaman melalui halaqah ba`da shalat maqrib dan subuh yang disiar On Air via Radio Baiturrahman. Di samping itu masjid juga digunakan sebagai tempat prosesi pernikahan. Masjid juga di gunakan tempat pelaksanaan manasik Haji setiap tahunnya. Bukah hanya itu pengujian Tes Baca Al-Quran bagi calon pemimpin dalam pesta demokrasi juga di lakukan di Masjid.

Dengan demikian masjid telah digunkan dalam berbagai aktifitas kehidupan. Pemuda dan remaja masjid merupakan dua istilah yang melekat pada lembaga kemasjidan. Kontribusi dan kiprah para pemuda dan remaja masjid sangat menentukan bagi eksistensi masjid. Dengan kata lain terma pemuda dan remaja masjid merupakan dua unsure yang sangat fundamental dalam merevitalisasikan peran dan fungsi masjid itu sendiri. Pemahaman ini pula yang menjadi alas an utama lahirnya Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Tahun 1977. hal ini dilakukan mengingat pemuda dan remaja masjid merupakan generasi penerus bangsa.

Keberadaan sebuah masjid perlu dijaga karena sangat terkait dengan harkat dan martabat kaum muslim. Bila masjid termarjinalkan begitu saja maka kita telah mengabaikan salah satu lembaga yang menjadi pilar utama dalam penegakan syariat Isam di Aceh. Al-qur`an memesankan kepada kita agar senantiasa memakmurkan masjid, karena disitulah tercipta tarbiyah Islamiyah. Allah berfirman : “ Hanya sanya yang memakmurkan masjid Allah adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hri kiamat, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, dan tidak merasa takut, melainhkan hanya kepada Allah, maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk (Qs. At-Taubah: 18)

Dalam komunitas muslim, masjid disamping dapat menggambarkan kuantitas kaum muslimin yang ada, juga dapat mencerminkan kualitas pemahaman dan pengamalan nilai-nilai ajaran Islam. Bila suatu daerah ditemukan sebuah masjid yang besar dan megah, maka asumsi pertama yang di peroleh adalah di tempat tersebut mayoritas kaum muslimin.jika setelah dikaji ternyata masjid yang besar dan megah minim jama`ah maka akan muncul kesan masyarakatnya gemar bangun masjid akan tetapi alpa memakmurkan masjid.
Barang kali karena alas an itulah, maka Rasulullah SAW setalah membangun masjid di Madinah beliau membangun kecintaan masyarakat terutama pemuda dan remaja untuk memakmurkan masjid. Karena di tangan pemuda dan remajalah masjid akan terpelihara dengan baik akan kelangsungannya. Pertanyaannya akankan pemuda dan remaja milinium ketiga ini masih punya ghirah untuk memakmurkan masjid..?

Kemakmuran masjid sangat tergantung pada tinggi dan rendahnya sumber daya manusia yang mengelolanya. Karena itu perlu adanya pengelolaan manajemen kemasjidan. Pengelolaan masjid kedepan butuh orang-orang yang visioner serta telateh dalam berbagai bidang. Optimalisasi fungsi masjid baik pada tingkat intensifikasi maupun ekstensifikasi sangat tergantung pada sejauh mana kita telah mempersiapkan pemuda dan remaja yang memiikih ghirah yang tinggi untuk memakmurkan masjid. Dari aspek histories pada masa Rasulullah SAW, peranan masjid bukanlah semata-mata sebagai tempat ibadah,apa lagi hanya sebagai tempat shalat jum`at yang hanya dilakukan seminggu sekali, akan tetapi juga sebagai Pusat Dakwah, Pendidikan, social, budaya, ekonomi dan politik. Dengan demikian masjid tidak hanya dipakai sebagai kebutuhan spiritual saja.

Dalam situasi apapun idealnya masjid dapat dijadikan pusat aktifitas masyarakat dalam rangka menumbuh kembangkan harmonisasi ummat dengan baik yang pada akhirnya melahirkan gagasan baru dalam pengingkatan kwalitas keagamaan dan kontribusi dalam pembangunan di Aceh. Oleh karena itu saya fikir perlu di kaji kembali pentingnya terbangun lembaga ekonomi serta lembaga pendidikan di masjid.

Aplikasi Pembinaan Pemuda dan Remaja Masjid
Pemuda dan remaja masjid merupakan kelompok usia yang sangat potensial. Generasi muda identik dengan harapan bangsa, harapan keluarga, masyarakat, agama dan harapan negara. Dalam konteks kemasjidan generasi muda menjadi tulang punggung dan harapan besar bagi pemakmuran masjid baik sekarang maupun masa yang akan datang.
Karena itu Islam juga memandang pemuda sebagai harapan. Ini tampak dari perhatian Allah dan Rasul-NYA yang begitu besar terhadap pemuda. Allah dan Rasul mengisyaratkan bahwa meskipun seseorang berada di usia muda, dia akan tetap bisa hidup dengan baik dengan tetap perpedoman pada nilai-nilai ajaran Islam. Tidak lantas pemuda menggunakan masa muda untuk hura-hura dan melakukan perbuatan yang tidak terpuji seperti pacaran dan tindakan lain sejenisnya.

Di antara isyarat Allah pentingnya generasi muda adalah di ceritakan kisah pemuda ”ashabul kahfi” yang diabadikan dalam Al-Qur`an. Dimana sekelompok pemuda yang istiqamah dalam mempertahankan Aqidahnya meskipun harus berhadapan dengan penguasa zalim. Salah satu ciri pemuda yang dicintai Allah dan Rasul-Nya adalah pemuda yang terpaut hatinya untuk memakmurkan masjid dengan senantiasa beribadah kepada Allah. Untuk itu maka kepada pemuda harus dibekali sebagai berikut:

a. Pembinaan Akhlakul Karimah
Disamping harus membekali diri dengan akhlakul karimah pemuda dan remaja masjid harus bertanggung jawab terhadap akhlak jama`ah. Karena akhlak itu sangat berpengaruh kepada citra masjid. Jika prilaku remaja dan pemuda tidak mencerminkan nilai-nilai keislaman seperti pacaran, berjudi, minum khamar dan sejenisnya maka akan mempengaruhi pencitraan masjid. Jika komplek masjid di hiasi oleh pemuda dan pemudi yang senantiasa khalwat, pacaran makan lambat suatu saat masjid akan di tinggal kan oleh jama`ah. Jika sandal dan barang-barang berharga juga banyak yang hilang di masjid dan pelakunya adalah pemuda maka masjidpun akan kehilangan jama1ah. Lagi-lagi pentingnya pembinaan Akhlakul Karimah.

b. Pembinaan kerjasama pemuda dan remaja masjid
pemuda dan remaja masjid dewasa ini dihadapi oleh berbagai problem yang muncul dalam masyarakat. Ada kenakalan remaja, tawuran antar pelajar, narkoba, pergaulan bebas, balapan liar di jalan raya menjelang magrib dan sebagainya. Jika keadaan ini di biarkan begitu saja, kita akan mendapatkan generasi cacat moral yang akan menjadi benalu dalam masyarakat. Alias generasi ”penyakit”
karekter ini tentu tidak pernah kita inginkan. Tentu sebagai rasa tanggung jawab terhadap sesama muslim, kita dituntut saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.. Untuk itu perlu strategi yang bijak dan sesuai dengan selera pemuda dalam melakukan dakwah, seperti :

Pengajian Remaja
Agama merupakan benteng yang paling kuat dalam menghadapi berbagai pengaruh dan perbuatan yang negatif. Dengan pemahaman agama, mereka sukar terpengaruh dan terperosok kedalam perbuatan tercela. Apabila agama telah ditanamkan dalam jiwa mereka berbagai masalah yang menjurus kepada hal-hal negatif tidak akan terjadi. Melalu pengajian remaja diharapkan akan lahir generasi Islami.

Diskusi Remaja
Masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh pemuda dan remaja akan di diskusikan di masjid. Ini akan lebih efektif penyelesaiannya jika remaja masjid memfasilitasi persoalan keremajaan. Diskusi akan semakin cair karena tidak merasa takut. Bayangkan giman kalau proses diskusi berlangsung dengan orang tua, pasti akan banyak yang ditutupi. Mereka tidak berani blak-blakan dalam menyampaikannya. Oleh karena itu disinilah perlu mengaktifkan kembali remaja masjid se-Aceh, jika perlu pemerintah menganggarkan dana dalam APBD setiap tahunnya untuk kegiatan keremajaan.

Olah Raga, Kebudayaan dan Kesenian
Halaman masjid dapat digunakan sebagai tempat olah raga jalan santai dan sebagainya, tempat melatih kebudayaan Aceh seperti melatih drama Islami, baca puisitasi, Zikir Maulid serta melatih Rapai geleng. Saya fikir terubosan ini perlu dilakukan oleh pemuda dan remaja masjid kedepan dan ini telah di coba lakukan oleh Remaja Masjid Raya Baiturrahman.
Dari ilustrasi di atas dapat disimpulkan tiga hal yaitu: pertama bahwa bila pemuda dan remaja sudah memiliki rasa dan tanggung jawab terhadap kemajuan dan kemakmuran masjid, secara otomatis sudah dapat dikatakan pemuda dan remaja masjid. Kedua: kemakmuran masjid sangat tergantung pada tinggi rendahnya sumberdaya manusia yang mengelolanya. Karena itu masjid membutuhkan orang-orang yang memiliki wawasan yang luas dan visioner yang mampu memahami perkembangan zaman serta tetap sejalan dengan nilai-nilai keislaman. Ketiga : Masjid tidak hanya di jadikan tempat ibadah ritual shalat saja, akan tetapi dijadikan sebagai pusat dakwah, pusat pendidikan, sosial kemasyarakat, musyawarah, ekonomi dan politik. wallahu a`lam bishawab.


Muhammad Syarif adl: Ketua Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dan Pengurus DPW BKPRMI Aceh

1 komentar:

  1. Semoga semoga pemuda pemuda yang mencintai masjid menjadi pemuda yang selalu menegakkan keadilan di tanah rencong. Hidup BKPRMI

    BalasHapus